Sejarah Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia

Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia berawal dari LAZIS Subulussalam, sebuah lembaga filantropi yang didirikan pada 26 Februari 2012. Sejak awal berdirinya, LAZIS Subulussalam hadir sebagai lembaga yang berkomitmen dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial lainnya secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Pada masa awal, program dan penyaluran manfaat LAZIS Subulussalam lebih banyak berfokus pada pengembangan kawasan terpadu Pondok Pesantren Islam Baitussalam, termasuk pemberdayaan dan pembinaan para santri, anak yatim, dan kaum dhuafa di lingkungan tersebut. Fokus tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan awal lembaga dalam membangun kepedulian dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Seiring dengan berkembangnya amanah dan kepercayaan masyarakat, kebutuhan untuk memperluas jangkauan pelayanan sosial pun semakin besar. Karena itu, pada 1 Maret 2022, LAZIS Subulussalam melakukan penguatan kelembagaan dengan mendirikan badan hukum yayasan secara mandiri dengan nama Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia.

Pendirian yayasan tersebut dituangkan dalam Akta Notaris Nomor 1 tanggal 1 Maret 2022, yang dibuat oleh Notaris Retno Triyulianti, S.H., M.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat KEMENKUMHAM Nomor AHU-0005440.AH.01.04.Tahun 2022.

Memperluas Jangkauan, Memperbesar Manfaat

Dengan berdirinya Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia, cakupan pelayanan dan penyaluran bantuan tidak lagi terbatas pada lingkungan unit-unit di bawah Yayasan Baitussalam, Krajan Utara, Wonolopo, Mijen, tetapi dapat diperluas kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah yang lebih luas.

Perluasan cakupan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan semangat kepedulian yang lebih luas. Bantuan dan program sosial dapat diarahkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, termasuk anak yatim, dhuafa, keluarga prasejahtera, masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, serta penerima manfaat lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yayasan.

Dengan demikian, perjalanan dari LAZIS Subulussalam menuju Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia bukan hanya merupakan perkembangan dalam aspek kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas jangkauan kebaikan dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Berbekal pengalaman sejak tahun 2012, kepercayaan masyarakat, serta komitmen untuk menjaga amanah, Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia terus mengembangkan berbagai program di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan, dan filantropi.

Yayasan berkomitmen untuk memastikan setiap amanah yang diterima dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Identitas Yayasan

Nama: Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia
Akta Notaris: Nomor 1, tanggal 1 Maret 2022
Notaris: Retno Triyulianti, S.H., M.Kn.
Pengesahan KEMENKUMHAM: AHU-0005440.AH.01.04.Tahun 2022
Alamat: Ruko Jatisari BSB Blok A16 No. 12, Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Telepon: 0812-2625-5533

Dari Baitussalam untuk Masyarakat yang Lebih Luas

Perjalanan kami dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar unit-unit di bawah Yayasan Baitussalam, Krajan Utara, Wonolopo, Mijen. Kini, dengan amanah dan dukungan masyarakat, Yayasan Subulussalam Peduli Indonesia berupaya memperluas jangkauan, memperbanyak penerima manfaat, dan menghadirkan kebaikan di lebih banyak tempat.

Melanjutkan kebaikan. Memperluas manfaat. Menjaga amanah.