Menurut Asy-Syafi’iyyah (ulama Syafi’i) i’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah.
Rasulullah biasa melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir sebagaimana disampaikan dalam hadist berikut ini:
“Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.”
[HR. Muslim]
untuk meningkatkan pahala itikaf di ramadhan ini, kami menyediakan program bukan hanya sekedar bersedekah makanan bagi yang beritikaf namun kami mengajak anda untuk berpartisipasi secara langsung melihat dan mencoba merasakan itikaf sehari bersama santri di malam 27 ramadhan.